Kota Bandung Mewajibkan Mobil Punya Tempat Sampah

Kota Bandung Mewajibkan Mobil Punya Tempat Sampah

Ada satu kebiasaan buruk bin menyebalkan yang masih sering dilakukan oleh banyak pengendara mobil saat berada di jalan raya. Bukan, bukan masalah ngebut saja, walau memang masih banyak yang gemar memacu kendaraan melebihi batas. Tetapi, kebiasaan buruk itu berupa tindakan membuang sampah ke jalan raya.

Masih cukup sering terjadi ketika berada di jalan raya, kita akan melihat jendela mobil terbuka dan kemudian tangan terjulur untuk melemparkan sampah. Biasanya berupa tisu bekas, gelas plastik, atau sekedar pembungkus makanan.

Perilaku tercela ini mencerminkan bahwa kesadaran masyarakat pengguna jalan bahwa jalanan bukanlah tong sampah raksasa masih sangat rendah.

Sesuatu yang bukan hanya bisa menimbulkan masalah bagi pengguna jalan lain, tetapi juga pemerintah dimanapun. Sampah yang mengotori jalanan akan membuat kota tidak sedap dipandang mata dan ditinggali.

Rasanya berdasarkan hal itulah, sejak tanggal 18 Maret 2019 yang lalu Kota Bandung mewajibkan setiap mobil punya tempat sampah.

Hal itu tertuang dalam Perda no 9 tahun 2018 Bab XV Pasal 51, seperti di bawah ini : (lihat ayat yang berhuruf merah)



BAB XV :

PERBUATAN DAN TINDAKAN YANG DIKENAKAN SANKSI ADMINISTRATIF BERUPA UANG PAKSA 


Pasal 51

(1) Setiap orang dan/atau Badan Usaha dikenakan sanksi uang paksa jika melakukan perbuatan berupa:

a) tidak menyediakan tempat sampah di dalam pekarangan bagian depan, sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah);

b) tidak melengkapi tempat sampah pada kendaraan angkutan penumpang dan/atau barang, membuang sampah sembarangan, membuang sampah ke luar kendaraan, sebesar Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah); 

c) membuang benda yang berbau busuk yang dapat mengganggu penghuni sekitarnya, sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah);

d) membakar sampah di badan jalan, jalur hijau, taman selokan dan tempat umum, sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah);

e) membuang benda-benda/bahan-bahan padat ke dalam maupun di sekitar sungai, sebesar Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah);

f) membuang sampah, kotoran atau barang bekas lainnya di saluran air/selokan, jalan, berm (Bahu Jalan), trotoar, tempat umum, tempat pelayanan umum dan tempat-tempat lainnya yang mengganggu Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan, sebesar Rp5.000.000,- (lima juta rupiah);

g) mengotori, merusak, membakar atau menghilangkan tempat sampah yang telah disediakan, sebesar Rp1.000.000,- (satu juta rupiah);

h) membakar sampah pada tempat-tempat yang dapat membahayakan, sebesar Rp5.000.000,- (lima juta rupiah);

i) membuang bangkai hewan di saluran atau sungai baik yang airnya mengalir ataupun tidak, sebesar Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah);

j) membakar sampah atau benda benda lainnya di bawah pohon yang menyebabkan matinya pohon tersebut, sebesar Rp5.000.000,- (lima juta rupiah);

k) mencampurkan kembali sampah yang telah terpilah, sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah);

l) mencampur sampah dengan limbah berbahaya dan beracun, sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah);

m) membuang sampah spesifik di luar tempat yang telah ditentukan, sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah);

n) mengeruk atau mengais sampah di tempat sampah yang berada di rumah tinggal, fasilitas umum, fasilitas sosial dan/atau fasilitas lainnya, yang berakibat sampah menjadi berserakan, sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah); dan

o) melakukan kegiatan pengelolaan sampah lainnya yang berpotensi menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan, sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). 


(Untuk melihat isi Perda No 9 Tahun 2018 Kota Bandung itu, bisa lihat di bawah ini)


Yap. Betul sekali disana disebutkan dendanya yang lumayan besar, yaitu Rp. 500.000. Nilai yang sama dengan kalau ditilang di Jakarta.

Saat ini penerapannya masih dalam skala terbatas, yaitu di lingkungan Balai Kota Bandung. Mobil tanpa tempat sampah tidak diperkenankan untuk memasuki kawasan itu dan akan diminta keluar.

Langkah selanjutnya, selain sosialisasi kepada masyarakat umum, Pemda Kota Bandung akan melakukan razia-razia di berbagai pusat perbelanjaan untuk memastikan bahwa semua mobil, baik pribadi maupun umum, diperlengkapi dengan tempat sampah.

Sebuah kebijakan yang bagus sekali karena setidaknya hal itu bisa memberikan efek jera kepada mereka yang terbiasa menganggap jalan raya sebagai tong sampah untuk sampah mereka.

Mudah-mudahan bisa diikuti (dan memang sudah ada beberapa kota yang menerapkan hal serupa) oleh berbagai kota lain di Indonesia.

Semoga.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kota Bandung Mewajibkan Mobil Punya Tempat Sampah"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel