Konsep Sekali Pakai, Menyenangkan Manusia, Membahayakan Lingkungan

Konsep Sekali Pakai, Menyenangkan Manusia, Membahayakan Lingkungan

Praktis. Murah. Tidak merepotkan. Itulah yang selalu dikehendaki oleh manusia di masa sekarang. Segala sesuatunya dibuat berdasarkan pemikiran bahwa sebuah benda haruslah tidak merepotkan dalam mengurusnya. Harus pula terjangkau.

Oleh karena itulah, konsep sekali pakai lahir.

Salah satu keunggulan utama dari berbagai benda yang menerapkan konsep sekali pakai adalah manusia tidak disibukkan, direpotkan, atau harus meluangkan waktu untuk memegangnya. Begitu sebuah benda selesai menjalankan fungsinya, benda itu bisa dibuang ke tempat sampah.

Tidak perlu tempat penyimpanan. Tidak perlu waktu untuk mengaturnya. Biarlah orang lain yang menanganinya.

Dari sanalah lahir berbagai benda, mulai dari popok sekali pakai, handphone, dan yang tentu saja paling banyak digunakan, gelas plastik, kantung plastik, dan berbagai barang yang terbuat dari bahan yang berasal dari minyak bumi itu.

Tentunya hal itu sangat menyenangkan bagi manusia. Mereka tidak mengeluarkan uang terlalu banyak. Tidak membuang waktu. Tidak perlu juga merasa direpotkan.

Sayangnya, hal itu membahayakan lingkungan.

Sesuatu yang tidak terpakai oleh manusia akan menjadi sampah ayng berpotensi untuk mencemari lingkungan. Bahkan, sekedar popok yang dibuang setelah terisi penuh air seni bayi saja setelah tak terpakai akan menjadi sampah yang bisa membuat tanah dan air menjadi tercemar.

Belum lagi berbagai benda plastik sekali pakai yang tidak mudah terurai.

Semakin banyak benda yang dibuat berlandaskan konsep sekali pakai, maka semakin banyak pula tumpukan sampah, yang artinya semakin tinggi juga potensi terjadinya pencemaran lingkunga.

Hal itulah yang sekarang menjadi perhatian dan keprihatinan dunia.

Konsep sekali pakai memang menyenangkan dan membahagiakan manusia, tetapi secara jangka panjang, hal itu berpotensi untuk membuat kehidupan manusia menjadi sengsara juga.

Oleh karena itu banyak negara dan pemimpin dunia mulai menyuarakan, dalam berbagai bentuk aturan, hukum, himbauan untuk mengurangi pemakaian konsep sekali pakai dalam berbagai bentuk. Restoran, pertokoan dihimbau untuk tidak lagi menyediakan kantung plastik sekali pakai. Sedotan plastik mulai dihilangkan dari peralatan makan yang diberikan secara cuma-cuma kepada pembeli.

Semua untuk mengurangi efek dari konsep sekali pakai yang sudah begitu merasuk dalam kehidupan manusia dewasa ini.

Sebuah barang sudah selayaknya dipergunakan selama mungkin sampai masa pakainya habis. Kemudian, benda yang sudah tidak bisa berfungsi itu didaur ulang agar bisa dipergunakan kembali, entah dalam bentuk yang sama atau berbeda.

Dan, Anda bisa melakukannya dengan cara sederhana di rumah sendiri. Hal ini pun bisa membantu mengurangi biaya. Caranya, ketika Anda berbelanja dan diharuskan membeli kantung plastik seharga 200-300 rupiah, pertama, jangan marah. Sudah selayaknya kantung plastik dihargai agar Anda tidak menyia-nyiakannya.

Kemudian, setelah selesai belanja, simpanlah kantung plastik itu. Bawa ketika jadwal berbelanja Anda berikutnya tiba. Berikan kepada kasis kantung plastik tadi. Ulangi terus sampai kantung plastik itu tidak lagi bisa dipergunakan.

Tetap menjadi sampah pada akhirnya, tetapi  dengan begitu Anda sudah mengurangi beberapa lembar kantung plastik dari peredaran di dunia. Bayangkan kalau 1 juta orang melakukan hal yang sama, maka akan ada pengurangan potensi kerusakan lingkungan.

Dengan cara ini Anda sudah merubah konsep sekali pakai yang melekat pada kantung plastik menjadi berkali-kali dipakai.

Konsep yang lebih cocok dan lebih ramah lingkungan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Konsep Sekali Pakai, Menyenangkan Manusia, Membahayakan Lingkungan"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel