Kepopuleran Sebuah Tempat Wisata Juga Membawa Dampak Negatif Bagi Lingkungan

Kepopuleran Sebuah Tempat Wisata Juga Membawa Dampak Negatif Bagi Lingkungan

Pariwisata, semakin menampakkan dirinya sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Apalagi setelah perubahan drastis dalam gaya belanja masyarakat yang bergeser dari semula "belanja barang" menjadi "belanja pengalaman". Semakin banyak orang yang pergi untuk berwisata.

Tentunya, hal itu akan membawa dampak baik bagi roda perokonomian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitaran tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata tersebut.

Banyak yang tidak menyadari bahwa ada dampak negatif dari tumbuhnya industri pariwisata tersebut.Hal itu kerap tidak terlihat atau diabaikan karena yang terlihat hanyalah kesejahteraan masyarakat di sekitar tempat wisata yang ikut meningkat. Efek buruknya kerap diabaikan.

Sebagai contoh adalah berbagai curug atau air terjun kecil yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kedatangan para wisatawan mendorong masyarakat sekitar untuk ikut menangguk uang dari para turis tersebut. Mereka berlomba untuk mendirikan warung-warung yang menyediakan, mulai makanan, hingga gubuk peristirahatan.

Sayangnya, pembangunan tempat-tempat semacam ini acap kali tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya. Masyarakat hanya membangun sekenanya saja di tempat yang dianggap akan menguntungkan. Banyak yang tidak peduli bahwa tindakannya itu justru merusak alamnya sendiri.

Hal seperti inilah yang pada akhirnya melahirkan keluhan para wisatawan karena tempat yang diharapkannya alami, ternyata sudah menjadi kumuh akibat banyaknya bangunan komersial yang didirikan di sekitar lokasi.

Keberadaan warung-warung seperti ini pun menghadirkan masalah lain karena banyak yang tidak diperlengkapi dengan tempat sampah yang memadai. Pada akhirnya, para wisatawan membuang banyak bekas kemasan makanan atau minuman di area wisata tersebut.

Padahal tidak ada petugas kebersihan yang rutin membersihkan sampah-sampah yang berserakan.

Semakin populer sebuah tempat wisata, biasanya jumlah bangunan komersialnya pun semakin banyak, pengunjung yang datang pun semakin berlimpah juga. Hasilnya adalah sampah yang semakin banyak pula karena masyarakat Indonesia masih terkenal sebagai masyarakat yang jorok dan sangat abai terhadap masalah lingkungan.

Alam pun menjadi semakin kotor.

Itulah mengapa bisa dikatakan kepopuleran sebuah tempat wisata membawa dampak negatif juga bagi lingkungan. Bukan hanya dampak positif berupa perbaikan ekonomi masyarakat saja.

Bukan cuma pengunjung yang membayarnya, alam tetap membayar cukup mahal untuk hal iti.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kepopuleran Sebuah Tempat Wisata Juga Membawa Dampak Negatif Bagi Lingkungan"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel