Paus Biru : Makhluk Terbesar di Dunia Yang Berada Dalam Bahaya


Paus Biru, Balaenoptera Musculus, adalah jenis paus yang banyak ditemukan di Samudera Pasifik, Samudera Hindia, dan Samudera Atlantik. Spesies ini merupakan salah satu spesies Paus yang masuk dalam kategori dilindungi sejak tahun 1966 karena jumlahnya yang menurun akibat perburuan yang berlebihan.

Alasan mengapa hewan ini menjadi favorit para pemburu ikan puas sebelum dikeluarkannya pelarangan perburuan terhadapnya adalah bobotnya yang luar biasa besar.

Mamalia laut terbesar hingga saat ini memang merupakan hewan terbesar di dunia yang pernah ditemukan sepanjang masa. Ukuran raksasanya bahkan melebihi dinosaurus terbesar.

Ukuran badannya sama dengan 3 buah bis yang disambung pada ujungnya. Paus Biru terbesar tercatat memiliki panjang kurang lebih 33 meter. Bahkan bayi paus biru saja ukurannya sama dengan seekor Kuda Nil dewasa.

Berat mamalia terbesar ini juga luar biasa. Paus Biru terberat yang pernah tercatat memiliki tubuh seberat 173 ton. Lidah seekor Paus Biru dewasa ukurannya sama dengan seekor gajah dewasa. Hati hewan ini sama beratnya dengan berat sebuah VW Beetle (VW Kodok).


Meskipun berbadan besar, Paus Biru bukanlah ancaman bagi manusia. Hewan ini bukanlah pemakan daging, seperti hiu. Ia hanya memakan udang kecil, plankton atau hewan-hewan laut kecil lainnya. Hal ini dilakukannya dengan mengisap air dalam jumlah besar dan kemudian mengeluarkan airnya hingga hewan-hewan laut kecil itu tertinggal dalam perutnya.

Dalam sekali makan seekor paus biru dewasa bisa menghabiskan kurang lebih 3600 kilogram atau 3.6 ton sehari.

Bayi paus biru sendiri seperti manusia akan masih tergantung pada susu yang diberikan oleh induknya. Ia akan melakukan ini selama kurang lebih 7 bulan sebelum kemudian berhenti. Dalam sehari seekor bayi paus akan menghabiskan 100 gallon atau kurang lebih 378 liter susu setiap harinya.

Berbeda dengan ikan, Paus Biru meskipun hidup di lautan tidak bernafas dengan insang. Makhluk raksasa ini sama seperti manusia bernafas dengan paru-paru. Oleh karena itu mereka akan secara berkala keluar dari air untuk mengisap oksigen.

Paus Biru, hewan yang dilindungi

Populasinya hingga saat ini diperkirakan hanya ada sekitar 10.000-25.000 ekor saja yang tersebar di beberapa lautan. Jumlahnya sudah membaik sejak pelarangan perburuan hewan ini di tahun 1966.

Sebelum itu jumlah Paus Biru sempat menyusut hingga hanya 5000-12000 saja.

Meskipun demikian, jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan awal abad ke-20 dimana pernah tercatat angka 239.000 di kawasan Antartika.

Postur tubuhnya yang besar memang menjanjikan keuntungan bagi para pemburu. Hal itulah yang sempat membuatnya menjadi salah satu spesies paling diburu di masa tersebut.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Paus Biru : Makhluk Terbesar di Dunia Yang Berada Dalam Bahaya"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel