Energi Alternatif : Sebuah Keharusan Untuk Masa Depan Manusia


Energi Alternatif adalah istilah yang mengacu pada berbagai bentuk energi yang bukan berasal dari minyak bumi.

Istilah ini lahir sebagai akibat fakta tak terelakkan bahwa cadangan minyak bumi, yang merupakan sumber utama energi dunia selama beberapa abad sudah menipis dan suatu waktu akan segera habis. Menurut prediksi para ahli, cadangan minyak dunia akan habis dalam waktu 50-70 tahun ke depan.

Padahal di saat bersamaan, laju penggunaan energi di dunia justru sedang meningkat dengan pesat seiring dengan laju pertambahan penduduk dan industrialisasi.

Kekhawatiran inilah yang mendorong banyak orang berpikir untuk menemukan berbagai sumber energi lain yang bisa menggantikan posisi minyak bumi sebagai sumber utama penyedia energi bagi manusia.

Persyaratan energi alternatif

Penentuan syarat dari apa yang disebut energi alternatif sendiri, saat ini masih menjadi perdebatan panjang. Masih banyak selisih paham tentang apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah energi untuk dikategorikan sebagai energi alternatif atau pengganti dari minyak bumi.

Meskipun demikian, semua sepakat bahwa sebuah energi alternatif harus memenuhi tiga syarat berikut :

1. Bukan dari minyak bumi atau bahan bakar yang berasal dari fosil

Minyak bumi dan batubara adalah contoh dua jenis sumber energi yang berasal dari fosil. Keduanya berasal dari organisme yang mati dan kemudian terpendam di dalam tanah.  Setelah melalui proses ratusan jutaan tahun, mereka berubah menjadi bentuknya yang sekarang.

Energi alternatif yang baru harus berasal dari sumber-sumber yang  tidak membutuhkan waktu jutaan tahun untuk terbentuknya.

2.Terbaharukan (Dapat Diperbarui)

Alasan utama dari mengapa sebuah energi alternatif harus bukan berasal dari sumber yang membutuhkan waktu panjang untuk diperbaharui adalah kenyataan kebutuhan energi umat manusia akan terus meningkat.

Apabila sebuah sumber energi memerlukan waktu yang sangat lama untuk diperbarui, dikhawatirkan ketersediaan energi untuk menyokong hidup manusia tidak akan terpenuhi.

Sumber energi yang baru harus bisa diperbarui dalam waktu yang singkat atau tidak akan habis untuk menjamin pemenuhan atas kebutuhan umat manusia.

3. Ramah Lingkungan

Pelajaran berharga yang diberikan dengan menggunakan energi fosil adalah lahirnya kesadaran agar pemakaian energi tidak memberikan terlalu banyak dampak buruk bagi lingkungan.

Seperti sudah banyak diketahui pembakaran minyak bumi dan turunannya, serta batubara menimbulkan berbagai efek berupa polusi udara berat. Sisa pembakaran sumber energi jenis ini menghasilkan gas rumah kaca, seperti karbondioksida, yang bisa membahayakan kesehatan atmosfir bumi.

Oeh karena itu, syarat sebuah energi alternatif adalah ramah lingkungan. Penggunaan energi tersebut harus seminimal mungkin menimbulkan efek bagi lingkungan, kalau tidak bisa ditiadakan.




Sumber Energi Alternatif Yang Sudah Ada

Paling tidak sudah ada 14 jenis sumber energi alternatif yang sudah digunakan manusia sejak puluhan tahun yang lalu.

Jumlahnya semakin hari semakin bertambah mengingat penelitian dan usaha untuk menemukan jenis-jenis sumber energi lain pengganti minyak bumi ini terus dilakukan oleh banyak kalangan dan negara.

Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak diperhitungkan bisa menjadi energi ternyata bisa dijadikan energi alternatif. Tetapi, ada juga beberapa sumber energi yang sudah sejak lama diolah dan dipakai sebagai sumber energi bagi manusia.

Beberapa sumber energi alternatif yang sudah ada saat ini adalah sebagai berikut :

1. Sinar Matahari


Pemanfaatan sinar matahari untuk memenuhi kebutuhan umat manusia sudah dilakukan sejak lama. Biasanya dipergunakan untuk mengeringkan sesuatu seperti pakaian dan makanan.

Tetapi, menggunakan sinar matahari untuk menimbulkan energi jenis lain, yaitu listrik baru dimulai pada abad ke 19. Seorang bernama Alexandre Edmond Becquerelme pada tahun 1839 menemukan bahwa bahwa dengan memanfaatkan solar cell (panel surya) yang terbuat dari selenium, sinar matahari bisa diubah menjadi energi listrik.

Pada masa sekarang ini pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi alternatif sudah semakin meluas. Penggunaannya beragam mulai dari sekedar menjadi pemanas di rumah hingga pembangkit tenaga listrik.

Sifatnya yang hampir tidak terbatas (kecuali matahari sebagai bintang hancur), tidak menimbulkan polusi (energi turunanannya adalah listrik) membuatnya menjadi salah satu pilihan utama.

Beberapa pembangkit listrik tenaga surya sudah dibangun di berbagai belahan dunia. Yang terbesar adalah Longyangxia Dam di Cina yang dapat menghasilkan 850 Mega Watt listrik.

2. Angin


Sama halnya dengan sinar matahari, pemanfaatan angin sebagai sumber energi sudah dikenal sejak lama. Di zaman dahulu , manusia sering memanfaatkan energi angin untuk mendorong kapal layar hingga menjalankan penggilingan.

Saat ini, angin sudah menjadi salah satu sumber energi alternatif yang paling banyak dipergunakan. Hal itu karena sifatnya yang tidak menyebabkan polusi karena energi turunannya adalah listrik, yang sangat dibutuhkan manusia. Ketersediaannya pun tidak terbatas.

Satu masalah utama yang ditimbulkan oleh pemanfaatan angin sebagai sumber energi. Untuk merubahnya diperlukan kincir angin raksasa yang saat sedang beroperasi menimbulkan efek polusi dalam bentuk lain, polusi suara.

Bilah kincir angin yang besar menyebabkan beberapa area sekitar tempat dimana sang kincir berada mengalami gangguan kebisingan. Oleh karena itu kebanyakan pembangkit listrik tenaga angin berada di lokasi yang terpencil seperti gurun pasir untuk meminimalkan efek.

Banyak pembangkit listrik tenaga angin yang sudah dibangun di banyak negara. Salah satunya adalah Gansu Wind Farm atau Ladang Angin Gansu, Cina yang mampu menghasilkan energi listrik setara 10.000 Mega Watt.

3. Tenaga Air (Hydropower)


Pemanfaatan tenaga air sebagai penghasil listrik sudah dimulai sejak abad ke-19. Tepatnya di tahun 1882 di saat pembangkit listrik tenaga air pertama berdiri.

Appleton Edison Light Company berdiri pada tahun tersebut di atas sungai Fox, Wisconsin, Amerika Serikat. Sejak berdirinya, banyak rumah di kota tedekat menjadi terang dan dialiri listrik.

Di masa depan, air sebagai sumber energi alternatif akan  semakin digiatkan. Pembangunan berbagai PLTA di berbagai negara terus dilakukan. Bukan hanya dengan mamanfaatkan aliran sungai besar, tetapi juga aliran sungai kecil, dengan menggunakan tehnologi Mikro Hidro, yang intinya adalah generator pembangkit berukuran kecil.

PLTA terbesar di dunia saat ini adalah Three Gorges Dam, Hubei, Cina yang mampu menghasilkan 22.500 Mega Watt listrik.

4. Sampah


Tidak terbayangkan sebelumnya bahwa sisa-sisa kehidupan manusia bisa menjadi sumber energi.

Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif sudah dimulai sejak tahun 1972 ketika Meramec Power Station milik Union Electric Company mulai beroperasi. Pembangkit tenaga listrik ini menjadi spesial karena bahan bakar yang dipergunakan untuk menghasilkan listrik adalah sampah padat.

Setelah itu banyak negara meniru, salah satunya Swedia yang menjadi buah bibir karena saking berhasilnya memanfaatkan sampah, negara tersebut justru kekurangan sampah. Swedia harus mengimpor lebih kurang 800 ribu ton sampah dari negara sekitar untuk membantu beberapa pembangkit listrik tenaga sampahyang ada.

Mengurangi pencemran, mengurangi jumlah sampah, sumber yang tak akan habis (selama manusia masih ada), dan lebih ramah lingkungan.

Meskipun dalam prosesnya penggunaan sampah padat sebagai bahan bakar turbin masih menyebarkan polusi udara, tetapi kadarnya masih di bawah polusi yang dihasilkan oleh batubara.

Oleh karena itulah, sampah menjadi sebuah sumber energi alternatif yang terus dikembangkan di berbagai belahan dunia.

6. Biosolar


Tanaman atau hewan ternyata bukan hanya bisa menjadi penyedia makanan bagi umat manusia. Sejarah mencatat bahwa manusia di masa lalu pernah menggunakan lemak hewan untuk penerangan, seperti lemak ikan paus.

Di masa sekarang, ketika cadangan minyak bumi semakin menyusut, manusia kembali menoleh kan matanya kepada makhluk hidup lain (selain dirinya) sebagai salah satu sumber energi.

Biosolar atau biodiesel adalah salah satu bentuk sumber energi yang semakin digalakkan untuk dipergunakan, terutama sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Asalnya dari berbagai macam tumbuhan dan biji-bijian seperti buah jarak, kelapa sawit yang banyak menghasilkan "lemak". Lemak-lemak ini kemudian diolah untuk menjadi campuran bahan bakar yang berasal dari minyak bumi.

Meskipun sementara ini, masih lebih sering dipergunakan sebagai campuran, bahan bakar nabati ini sudah membantu mengurangi penggunaan berbagai jenis turunan dari minyak bumi.

Yang menjadi masalah bagi jenis bahan bakar alternatif ini bukanlah pada segi polusinya, tetapi lebih kepada tehnologi yang belum bisa mengadopsinya dalam bentuk murni. Selain itu, meski dapat diperbaharui dengan cepat, bahan bakar nabati ini memerlukan lahan yang menimbulkan masalah baru karena tanah di bumi ini terbatas.

Pengembangannya terkadang harus berebut dengan pemenuhan kebutuhan manusia akan pangan.

7. Gelombang / Ombak Laut

Foto : Wikipedia.org
Pelamis Wave Energy Converter nama benda mirip pelampung di atas. Benda ini berada di Agucaora Wave Farm (Ladang Ombak - Pembangkit Listrik Tenaga Ombak/Gelombang Laut, Portugal.

Tempat ini adalah pembangkit listrik tenaga ombak / gelombang laut pertama di dunia. Sifatnya masih eksperimental tetapi bisa menghasilkan 2.25 Mega Watt listrik.

Masih belum menjadi sebuah sumber energi alternatif yang populer tetapi, beberapa negara terutama yang berbatasan dengan laut sudah melirik tehnologi ini. Inggris salah satunya.

Sebagai sebuah negara kepulauan, tidak berbeda dengan Indonesia, Inggris dikelilingi oleh Laut Utara dan Samudera Atlantik tentunya memiliki kawasan yang bergelombang laut tinggi.

Mereka sejak tahun 2013 sudah merencanakan untuk membangun sebuah pembangkit listrik tenaga gelombang laut/ombak yang mampu menghasilkan 40 Mega watt listrik atau cukup untuk mengaliri 30.000 rumah yang akan mulai dibangun tahun 2017.

Ketersediaannya tentu tidak terbatas mengingat luasnya lautan. Listrik yang dihasilkan tentu saja tidak menebarkan polusi dan cara menghasilkannya pun tidak menghasilkan pencemaran.

7. Pasang Surut Air Laut

Foto : Wikipedia.org

Tidak salah kalau manusia mengalihkan perhatian mereka ke laut. Selain menyediakan sumber makanan yang tidak ada habisnya, laut pun bisa menjadi salah satu sumber energi.

Setelah ombak atau gelombang laut, ternyata pasang surut air laut yang disebabkan oleh daya tarik atau gravitasi bulan / matahari bisa menjadi sebuah sumber energi alternatif.

Gerakan ombak akibat pasang surut ternyata cukup kuat untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Meskipun belum sebesar penggunaan aliran sungai, usaha untuk menjadikan gelombang pasang surut air laut sebagai sumber energi sudah dilakukan. Pembangkit listrik tenaga pasang surut pertama sudah beridir di Strangford dengan nama Seagen.

Pembangkit listrik komersial ini bisa menghasilkan listrik sebesar 1.2 Mega Watt selama 18-20 jam setiap harinya.

8. Methanol/Bio-Methanol


Bahan bakar dengan struktur kimia Ch3OH ini mendapat perhatian lebih luas karena kemampuannya untuk menjadi pengganti bensin sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Pertama kali di uji coba sebagai bahan bakar kendaraan bermotor pada ajang balap mobil Indi Car di tahun 1965. Meskipun terjadi kecelakaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kemampuannya dalam bentuk murni sebagai bahan bakar mobil mengundang banyak penelitian lanjutan.

Methanol sendiri memiliki dua bentuk, yaitu dari alam sebagai gas yang hadir bersamaan ketika menambang minyak bumi, atau dari pengolahan dari bahan-bahan lain.

Bahan bakar ini tercatat bisa dihasilkan dengan mengolah batubara, tetapi juga bisa dihasilkan dari memanfaatkan proses pembusukan bahan organik. Bahan dasar methanol adalah gas methana yang dihasilkan dari proses pembusukan bahan organik atau sampah.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menjadikannya sebagai energi alternatif mengingat bahan bakar ini masih menghasilkan gas buang yang berbahaya bagi manusia. Kemudian, masalah sifatnya yang lebih mudah terbakar menghadirkan bahaya tersendiri bagi pengendara.

9. Bio Ethanol



Ethanol atau etanol atau bio ethanol adalah etyl alkohol yang sama dengan yang dipergunakan dalam pembuatan minuman beralkohol. Tetapi, ternyata benda yang sama bisa dipergunakan sebagai tenaga penggerak kendaraan bermotor.

Brasil dan Amerika Serikat adalah dua negara yang pada saat ini sudah menggunakan ethanol sebagai campuran bahan bakar kendaraannya. Di Brasil sendiri, ada aturan bahwa bahan bakar kendaraan bermotor yang beredar harus terdiri dari campuran 25% ethanol dan 75% bensin.

Meskipun demikian sebenarnya ethanol dalam bentuk murni 100% sudah bisa dipergunakan. Pada uji coba tahun 1978, Fiat 147, pendahulu Fit Uno bisa dijalankan dengan ethanol murni.

Brasil menjadi salah satu negara yang giat menggunakan ethanol. Posisinya sebagai penghasil gula nomor 1 dunia memudahkannya mengembangkan ethanol sebagai bahan bakar. Ethanol adalah hasil dari fermentasi gula dan ketersediaan bahan bakunya sangat berlimpah di negeri Samba ini.

Polusi udara yang disebabkan hasil pembakaran salah satu energi alternatif inipun di bawah yang dihasilkan mesin bensin/solar biasa. Hal itu menyebabkannya menjadi salah satu favorit sebagai sumber energi di masa yang akan datang.

10. Tenaga Nuklir



Membaca atau mendengar kata nuklir, bayangan orang biasanya akan langsung tertuju ke Hiroshima dan Nagasaki. Ledakan dahsyat dan ratusan ribu korban jiwa bergelimpangan dan kehancuran dimana-mana.

Tidak bisa disalahkan mengingat energi yang dilepaskan dari benturan atom uranium memang bisa menghasilkan energi yang sangat besar dan merusak.

Meskipun demikian, kenyataannya apabila digunakan bukan sebagai senjata, energi tersebut adalah sebuah energi yang bersih dan tidak menimbulkan polusi.

Hal itulah yang menjadi dasar banyak negara membangun pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai penyedia energi listrik.

Prosesnya tidak menghasilkan polusi udara dan pencemaran lingkungan yang berlebihan dibandingkan batubara atau minyak. Listrik yang dihasilkan pun bisa sangat besar dan mampu memenuhi kebutuhan ratusan ribu rumah tangga di dunia.

Sebuah PLTN Kashiwazaki Kariwa di Jepang mampu menghasilkan listrik sebesar 8.700 Megawatt.

Masalah utama dengan PLTN adalah limbah sisa pengolahannya yang bersifat radioaktif dan berbahay bagi manusia, hewan, tanaman dan lingkungan.

11. Biogas


Pernahkah kita menyadari mengapa bau busuk akan keluar dari tumpukan sampah organik? Baik sampah tanaman, kotoran hewan, bahkan kotoran manusia pun mengeluarkan bau menyengat yang serupa saat melalui proses pembusukan.

Semua ini terjadi karena dalam proses penguraian oleh organisme di tanah, ada gas yang dilepaskan ke udara, yaitu metana.

Gas ini termasuk salah satu gas penyebab efek rumah kaca yang berbahaya, tetapi bila dimanfaatkan dengan baik bisa menjadi sumber energi alternatif.

Sekarang pun sudah banyak pembangkit listrik yang menggunakan gas ini sebagai bahan bakar penggerak turbinnya. Gas ini kerap dikenal dengan sebutan bio gas.

Biasanya di kebanyakan negara Eropa dimana penggunaan biogas sudah populer, pembangkit tenaga listriknya berukuran kecil dan berlokasi berdekatan dengan peternakan atau pertanian. Hal ini untuk menjamin suplai bahan utama penghasil biogas, yaitu sampah organik dari sisa hasil panen dan juga kotoran hewan.

Kompleks pembangkit listrik yang memanfaatkan biogas sebagai dasarnya terletak di Klarsee, Penkun, Jerman. Kapasitasnya mampu menghasilkan listrik sebanyak 20 Mega Watt dan bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan listrik kirang lebih 50.000 orang setiap tahun.

12. Panas Bumi



Panas bumi adalah salah satu sumber energi alternatif yang banyak ada di Indonesia. Sayangnya, sejauh ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal energi yang memanfaatkan panasnya inti bumi ini adalah sebuah energi yang bersih dan bahkan tidak menghasilkan polusi.

Pemanfaatan energi panas bumi biasanya dilakukan dalam beberapa bentuk. Di beberapa tempat Eropa yang memiliki musim dingin, panas bumi dalam bentuk uap dan air panas disalurkan langsung ke gedung sebagai pemanas atau sebagai air panas.

Tetapi, bentuk lain pemanfaatannya menghasilkan energi listrik yang merupakan bentuk energi yang sangat vital bagi manusia di zaman sekarang.

Salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Wayang Windu di Bandung. Pembangkit ini bisa menghasilkan listrik sebesar 227 Mega Watt.

13. Hidrogen




Kalau Anda berjalan-jalan ke Cina, bersiaplah siapa tahu Anda berkesempatan untuk mencoba transportasi baru tetapi lama.

Trem.

Tremnya sendiri bukan transportasi jenis baru,tetapi bahan bakarnya itu yang berbeda. Biasanya sebuah trem digerakkan mesin berbahan bakar minyak atau tersambung dengan kabel listrik. Tetapi sebuah perusahaan di Cina, Sifang Co berhasil membuat sebuah trem yang menggunakan hidrogen sebagai penggeraknya.

Memang tidak mengherankan karena penggunaan hidrogen, dalam bentuk sel-sel sudah banyak dicoba untuk menggerakkan mobil dan kendaraan lainnya. Gas ini sudah terbukti dapat dimanfaatkan sebagai sebuah energi yang dapat menggerakkan kendaraan bermotor.

Bersih dan tidak menimbulkan polusi. Ketersediaannya juga hampir tak terbatas karena bahkan air pun mengandung dua atom hidrogen di dalamnya.

Satu-satunya penghambat adalah hidrogen tidak tersedia dalam jumlah murni di udara bebas. Biasanya hidrogen ditemukan dalam bentuk dimana gas tersebut bersenyawa dengan unsur lainnya, seperti air H2O.

Untuk mendapatkan hidrogen, maka proses elektrolisis harus dilakukan untuk memisahkannya dari atom unsur yang lain dan ini memakan energi listrik yang cukup besar.


14. Manusia


Boleh lah mengerenyitkan kening mengapa manusia yang memerlukan energi ternyata adalah salah satu sumber energi alternatif juga.

Paling tidak kotoran manusia bisa dimanfaatkan menjadi biogas yang kemudian bisa diolah menjadi listrik atau untuk memasak.
Hal itu saja sudah menunjukkan manusia sebagai sumber energi.

Tetapi ada satu hal lain yang bisa dimanfaatkan manusia untuk menghasilkam energi bentuk lain, gerak manusia.

Dalam kesehariannya berjalan ribuan langkah setiap harinya. Hal itu ternyata bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Tehnologi piezoelectric ternyata bisa merubah tekanan yang dihasilkan oleh gerakan manusia menjadi bentuk energi lain, yaitu listrik.

Beberapa stasiun di Negeri Sakura, Jepang telah menggunakan tehnologi untuk di lantai peron mereka. Dengan begitu banyaknya pergerakan manusia di stasiun, listrik yang dihasilkannya cukup untuk memberikan suplai listrik untuk memberikan penerangan bagi stasiun tersebut.

Sayangnya sistem ini sulit dikembangkan dalam skala besar mengingat hal itu akan membutuhkan jumlah manusia yang luar biasa banyak. Meskipun demikian dalam skala lokal kecil, penggunaan piezoelectric bisa menjadi salah satu sumber energi alternatif.


Hambatan Pengembangan Energi Alternatif

Berbagai sumber energi yang saat ini masih dilabeli sebagai "alternatif" adalah masa depan umat manusia.

Cadangan energi fosil yang tersisa memang tidak serta merta akan habis dalam jangka waktu 10-20 tahun mendatang, tetapi secara matematis bila tidak ditemukan cadangan baru, maka sumber-sumer tersebut akan terkuras dan lama kelamaan akan habis juga.

Penemuan-penemuan berbagai sumber energi baru adalah kunci dari keberlangsungan hidup umat manusia di masa mendatang.

Meskipun titik terang akan hal itu sudah terlihat dan penelitian yang berkelanjutan terus menghasilkan penemuan-penemuan baru, pengembangan sumber energi alternatif ini masih menghadapi banyak kendala.

Kendala-kendala inilah hingga saat ini, masih belum ada satu jenis energi yang bisa menggantikan peran minyak bumi, batubara, bahan bakar fosil dalam kehidupan manusia.

Beberapa hambatan yang masih menghantui penggunaan lebih banyak energi "alternatif" dalam skala yang luas ada di bawah ini.

1. Mahal

Dibandingkan dengan harga bahan bakar fosil, berbagai energi temuan baru ini masih membutuhkan biaya yang tinggi. Hal ini mengakibatkan harga jual kepada masyarakat pun berada pada level di atas harga bahan bakar fosil.

Seperti dalam contoh ini adalah hidrogen. Dimana biaya memisahkan hidrogen dari air dibutuhkan energi yang besar dan berharga mahal.

2. Kurangnya lahan

Terutama terkait dengan berbagai energi dengan nama awal bio, yang menunjukkan berasal dari bahan organik, seperti bio diesel atau biosolar.

Untuk menghasilkan biodiesel dibutuhkan lahan pertanian dan perkebunan yang luas. Masalahnya, dengan konsumsi energi dunia yang sangat tinggi, kebutuhan lahan untuk menanam pohon bahan dasar untuk bahan bakar nabati ini juga sangat tinggi.

Apabila lahan pertanian dan perkebunan difokuskan untuk menghasilkan energi, dihawatirkan justru bisa menyebabkan kurangnya pasokan pangan bagi manusia.

3. Tehnologi belum tersedia

Tehnologi untuk pengembangan beberapa sumber energi alternatif dalam skala besar pun belum tersedia. Seperti contoh, sumber daya pasang surut air dimana tehnologinya baru tersedia untuk produksi dalam skala kecil saja.

Belum lagi tehnologi dalam hal berkendara juga masih belum bisa mengadopsi beberapa energi jenis baru secara aman, seperti kasus methanol.

Hal tersebut membuat potensi yang tersedia belum termanfaatkan secara maksimal.

4. Beresiko tinggi

Energi nuklir adalah salah satu energi yang tidak polutif dan bisa menghasilkan energi listrik dalam skala besar. Sayangnya, limbah yang dihasilkan beresiko tinggi dan bisa menimbulkan bencana yang susah dihentian apabila penanganannya tidak benar.

5. Budaya Masyarakat

Masyarakat dunia masih terbiasa dengan kemudahan mendapatkan energi murah ala bahan bakar fosil, seperti bensin, solar. Hal ini membuat sikap mereka pun masih meragukan kemampuan berbagai energi alternatif yang ditawarkan.

Masih teringat bagaimana reaksi masyarakat ketika solar menjadi bio solar? Banyak yang mempertanyakan efeknya dan apakah bio solar dapat memberikan performa yang sama saat dipergunakan.

Berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan sumber energi alternatif ini menunjukkan bahwa energi-energi tersebut masih harus dikembangkan.

Meskipun demikian hal tersebut tidak seharusnya menghambat usaha-usaha penemuan dan pengembangannya. Bagaimanapun, tidak terbantahkan bahwa era eneergi fosil akan segera berakhir.

Oleh karena itu, umat manusia harus bersiap kalau tidak mau kenyamanan dan kelangsungan hidupnya terganggu akibat kurangnya pasokan energi.

Sumber energi alternatif di masa kini, sumber energi utama di masa depan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel