Berguna atau Tidaknya Tempat Sampah Organik dan An-organik Tergantung Kita

Sangat menyenangkan dan menggembirakan melihat bahwa penampakan tempat sampah organik dan an-organik dimana-mana. Penampilannya terlihat cantik dengan warna-warni dan bentuk yang unik dan menarik.

Sebuah langkah maju yang jelas sangat membantu dalam penanganan sampah di negeri ini.

Sebuah keputusan yang bijak karena dengan begitu masyarakat bisa ikut berperan dan memiliki kebiasaan memilah sampah sebelum mendulangnya. Dengan begitu secara perlahan kebiasaan untuk memilah sampah akan mulai tertanam di masyarakat.

Sayangnya, sejauh ini sepertinya apa yang diharapkan dengan tersedianya tempat sampah organik dan an-organik ini masih jauh panggang dari api. Masih belum berfungsi secara maksimal dan belum memberikan manfaat terlalu banyak selain sebagai penghias jalan dan menampung sampah saja.

Ada beberapa hal yang membuat fungsinya belum berjalan maksimal.

1. Kesadaran masyarakat masih rendah

Jangankan untuk memilah sampah, membuang sampah pada tempat yang disediakan saja sulit untuk dilakukan. Apalagi untuk berpikir sejenak jenis sampah yang akan dibuang.

Kesadaran dan kemalasan anggota masyarakat dalam hal ini, benar-benar membuat tempat sampah organik dan an-organik ini lebih merupakan formalitas saja atau sebagai penghias. Isinya terkadang sama saja dengan tempat sampah biasa. Campur aduk jenis sampahnya.

2. Pengenakan hukum yang kurang

Lagi-lagi, jangankan  untuk menyuruh orang memasukkan sampah sesuai dengan jenisnya, tindakan untuk membuat masyarakat patuh dan terbiasa membuang sampah pada tempatnya saja hampir tidak ada.

Dengan ketiadaan usaha "pemaksaan", hampir tidak ada kesadaran yang terbangun untuk memilah sampah sebelum membuangnya. Tidak heran kalau banyak sampah an-organik akan dimasukkan secara asal ke bagian organik.

Kalau saja usaha penegakan hukum bisa dilakukan sampai level terbawah, maka kesadaran akan bisa dibangun. Salah satu usaha untuk melakukan hal ini bisa ditiru dari Ecoschool atau Sekolah Ramah Lingkungan Jackman Junior School di Kanada. Sekolah ini bahkan melarang siswanya membawa jus dalam kemasan saat makan siang karena mereka belum bisa membedakan antara organik atau an-organik

3. Pengangkutan sampah yang tetap bercampur


Fungsi tempat sampah organik dan an-organik semakin mirip hiasan kalau melihat bagaimana sampah-sampah tersebut diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir.

Semua sampah disatukan dan tidak dilakukan pemisahan.

Dengan begitu, pemilahan yang dilakukan oleh pembuang sampah menjadi sia-sia karena sampah-sampah tersebut kembali tercampur di dalam pengangkut sampah.

4. Sanitary Landfill system

Di tempat pembuangan akhir sampah pun sistem penanganan sampah belum maksimal karena masih sekedar ditumpuk saja.

Hasilnya tidak ada gunanya memilah sampah karena semua hanya sekedar ditumpuk tanpa pengolahan lebih lanjut. Padahal keberadaan tempat sampah organik dan an-organik ditujukan agar pengolahan sampah di tingkat lebih lanjut dipermudah.

Kalau melihat ini, memang sudah baik. Penyediaan tempat sampah jenis ini sudah merupakan sebuah langkah yang sangat baik. Tetapi, sayangnya sejauh ini fungsi dari tempat sampah-tempat sampah ini masih tidak jauh dari sekedar pemanis bagi lingkungan.

Semoga di suatu hari nanti, masyarakat Indonesia bisa membuat tempat sampah organik dan an-organik bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Berguna atau Tidaknya Tempat Sampah Organik dan An-organik Tergantung Kita"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel