Manfaat Memiliki Taman Kecil di Depan Rumah Yang Semakin Menghilang


Di perkotaan dewasa ini, sempitnya masalah memang menjadi sebuah masalah yang sulit terpecahkan. Perumahan, perkantoran, infrastruktur semua seperti berebut lahan yang sudah pasti tidak akan pernah bertambah.

Sebagai hasilnya, rumah tinggal dewasa ini ukurannya semakin lama semakin mengecil saja dibandingkan puluhan tahun yang lalu. Bila di masa dulu, masyarakat Indonesia masih biasa tinggal di atas rumah dengan luas tanah 150 meter persegi, ukurannya sekarang sudah tinggal 70-100 meter saja. Bahkan tidak jarang ada rumah yang dijual dengan luas lahan hanya 60 meter persegi.

Dengan luas lahan yang hanya sedemikin kecil, tidak jarang harus ada bagian dari rumah tinggal yang harus dikorbankan. Yang paling sering dikorbankan adalah keberadaan taman kecil di depan rumah.

Biasanya di kompleks perumahan,rumah tinggal yang dijual akan memiliki sebuah taman kecil di depannya. Tetapi, dengan semakin mahalnya lahan, untuk membuat harganya terjangkau, terkadang bagian ini dihilangkan.

Taman kecil di depan rumah keberadaannya pun semakin berkurang karena dalam perjalanannya sebuah keluarga pasti berkembang. Kebutuhan tempat untuk menyimpan berbagai benda akan terus meningkat, dan lagi-lagi halaman rumah adalah yang paling seing dijadikan korban.

Lahan "kosong" ini diubah dan dibetonisasi menjadi lahan parkir kendaraan atau diubah menjadi ruangan tertentu.

Tidak terhindarkan.

Sayangnya, walau ukurannya sangat mini, kehilangan taman kecil di depan rumah seperti ini membawa dampak yang kurang baik, bukan hanya bagi pemilik rumah tetapi bagi lingkungan juga.

Beberapa manfaat yang hilang ketika taman kecil di rumah Anda ditutup oleh semen bisa disebutkan seperti di bawah ini :

1. Tidak ada serapan air


Sebuah lahan berupa taman di depan rumah selain memperindah penampilan rumah membantu menyerap air hujan. Dengan begitu, air hujan tidak langsung mengalir keluar tetapi akan tersimpan dan menjadi air tanah.

Ketika lahan ini ditutup semen, maka tidak ada lagi tanah resapan. Memang kalau dihitung rumah per rumah ukurannya kecil, tetapi mengingat di perkotaan rumah penduduknya jutaan, akhirnya air hujan yang tidak tertampung dan langsung mengalir keluar volumenya menjadi sangat besar.

Ujungnya, air ini tidak bisa tertampung oleh saluran air yang ada dan menghasilkan genangan air, dan banjir.

2. Membuat udara rumah panas


Pernahkah kita bertanya mengapa rumah tanpa taman kecil di depannya terasa lebih panas dibandingkan yang memilikinya? Hal ini karena cahaya matahari, yang seharusnya sebagian diserap oleh tanah menjadi terpantul semua. Dengan begitu panas langsung beredar di udara sekitar rumah.

3. Hilangnya udara segar


Udara segar bukan tidak diproduksi. Oksigen, salah satu pembuat udara diproduksi oleh tanaman, pohon. Dengan tidak adanya lahan untuk ditanami, maka berarti tidak ada pohon.

Dengan tidak adanya pohon, maka tidak ada produsen oksigen di rumah tersebut. Ditambah dengan panas yang tidak terserap, biasanya sebuah rumah yang tidak memiliki taman di depannya akan terasa pengap dan panas.


4. Nilai estetikanya berkurang


Taman kecil dengan pepohonan yang tertata rapih akan menambah keindahan dari sebuah rumah. Lingkungan rumah tidak lagi akan terkesan kaku dengan hanya terdiri dari komponen banagunan saja dengan keberadaan pepohonan dan tanaman.

Kehilangan ini secara langsung membuat estetika dari sebuah rumah tidak lagi tersedia.

Meskipun bisa dimengerti kebutuhan hidup yang akan terus meningkat, mungkin siapapun harus mencoba untuk mencari solusi lain dibandingkan menghilangkan taman kecil di depan rumah. Tidak besar memang, tetapi ada banyak hal yang tidak bisa tergantikan hanya dnegan meletakkan tanaman hias di dalam pot.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Manfaat Memiliki Taman Kecil di Depan Rumah Yang Semakin Menghilang"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel